Kurangi Sampah Plastik Demi Bumi yang Lebih Baik

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) tahun 2008 yang dikutip dari Kompas.com, setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 64 ton sampah plastik. Hal ini juga didukung artikel dari tirto.id yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik kedua terbesar di dunia, sedangkan posisi pertama diisi oleh Tiongkok. Dan dari 64 juta ton sampah itu, 3,2 juta ton sampah plastik itu berakhir di laut.

Dari 3,2 juta ton sampah yang berakhir di laut itu, tentu saja sampah-sampah itu tak berakhir musnah melebur dengan mulus di ekosistem bawah laut. Timbunan sampah yang berakhir di lautan itu kemudian berubah bentuk menjadi mikroplastik yang kemudian dikonsumsi oleh hewan-hewan laut. Kalau sudah seperti ini, hewan-hewan yang mengkonsumsi plastik tersebut tentunya sudah terkontaminasi oleh plastik. Belum lagi hewan dan berbagai biota laut lainnya yang berakhir tewas karena terpapar terlalu banyak sampah plastik yang ternyata tak bisa terurai.

Memperjelas perihal ikan dan kandungan plastik di dalamnya, mikroplastik sendiri merupakan plastik berukuran mikro, yakni sekitar tiga setengah sampai lima milimeter. Plastik ini merupakan hasil akhir sampah plastik yang dibuang di laut, yang kemudian dikonsumsi oleh ikan. Kalau telah dikonsumsi oleh ikan, kandungan plastik tersebut tentunya tak dapat menghilang sepenuhnya dari tubuh ikan atau hewan laut yang mengkonsumsinya. Itu berarti, apabila kita mengkonsumsi ikan laut yang telah terkontaminasi plastik, kita juga sedang atau telah mengkonsumsi plastik melalui ikan tersebut.

Melihat permasalahan tersebut, Pemerintah tentu saja tak tinggal diam. Pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan yang menyatakan bahwa kantong plastik di berbagai tempat perbelanjaan tak lagi gratis seperti dulu. Kebijakan ini tercantum pada SE KLHK No. S.1230/PSLB3- PS /2016t entang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar, dikutip dari Policy Brief vol. 10 no. 6 tahun 2016 yang diterbitkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Hal ini dianggap merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan sampah plastik di kemudian hari. Selain itu, Pemerintah juga menghimbau berbagai pelaku usaha untuk mengganti plastik yang selama ini dipakai dengan plastik yang lebih ramah lingkungan seperti plastik yang terbuat dari singkong. Atau lebih lagi, tidak menyediakan kantong plastik sama sekali.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah awal untuk mengurangi sampah plastik yang dihasilkan Indonesia di kemudian hari. Sayangnya, kebijakan ini kurang berhasil. Hal itu disebabkan karena sampah plastik yang secara spesifik dihasilkan akibat penggunaan kantong plastik adalah 65 ribu ton dari total keseluruhan 64 juta ton sampah plastik yang dihasilkan.

Sedangkan menurut Jambeck, dalam penelitiannya di tahun 2015 mengenai sampah plastik di laut, banyaknya sampah yang berakhir di laut baik yang tenggelam maupun mengapung biasanya disebabkan karena fasilitas daur ulang sampah plastik yang kurang memadai di negara tersebut. Negara yang disebutkan dalam penelitian Jambeck ini kebanyakan adalah negara berkembang, yang mungkin selain fasilitas daur ulangnya yang kurang memadai, pengetahuan masyarakatnya tentang memilah sampah pun masih kurang sehingga banyak sampah yang tidak terpilah dan berakhir begitu saja di laut.

Berdasarkan hal-hal tersebut, mungkin sudah waktunya kita sebagai penduduk bumi yang baik mulai mengurangi penggunaan plastik agar jumlah sampah plastik yang dihasilkan semakin menurun. Banyak hal-hal sederhana yang sebenarnya dapat dilakukan setiap orang agar sampah plastik di bumi dapat semakin berkurang. Yang pertama misalnya, dengan tidak lagi menggunakan kemasan sekali pakai saat membeli makanan atau minuman. Minuman yang biasanya menggunakan gelas sekali pakai bisa diganti dengan menggunakan gelas atau tempat minum yang dibawa sendiri. Selain itu, kita juga bisa membiasakan diri untuk berbelanja menggunakan tas belanja yang bisa dipakai berkali-kali. Selain hemat karena tak perlu membeli kantong plastik, kita juga bisa ikut mengurangi populasi sampah plastik.

Yuk hijaukan bumi untuk kehidupan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s